My Name is Khan..
Film India yang dibintangi oleh Shahrukh Khan dan Kajol ini katanya sie udah menduduki urutan enam dalam box office Inggris lho..Hhmm,hebat juga yaa..kapan ya Indonesia bisa buat film yang bisa menembus box office luar negeri kayak gini ya…I wish someday..Ok,kalau gitu kita akan mereviews sekilas yuuk tentang film My Name Is Khan ini..let’s check it out..^_^
Dalam film ini Shahrukh Khan (dlm film berperan sebagai Rizvan Khan)berperan sebagai seorang India muslim yang menderita autis dan penderita sydrom Asperger’s, dia takut akan orang yang baru dikenal, kebisingan dan warna kuning. Jadi cerita di film ini berawal dari Rizvan Khan yang ingin pergi ke Washington DC untuk menemui presiden Amerika (nanti sepanjang film akan ada flashback mengapa Rizvan ini ingin bertemu dengan presiden). Rizvan kecil diajarkan oleh ibunya bahwa walaupun ada berbagai agama tetapi orang hanya dilihat dari perbuatan yang dilakukannya bukan agama yang dianutnya, di dunia ini hanya ada dua tipe orang, yaitu good people dan bad people, good people adalah orang- orang yang melakukan hal- hal yang baik, dan bad people adalah orang- orang yang melakukan hal-hal buruk. Rizvan selalu disayangi oleh ibunya sehingga membuat adiknya sedikit iri. Setelah dewasa adik Rizvan pergi merantau ke amerika, dan ketika ibu rizvan meninggal Rizvan pergi ke amerika, dia bekerja untuk adiknya sebagai sales kosmetik herbal. Kemudian Rizvan bertemu dengan Mandira (Kajol) seorang single parent dengan anak satu yang bekerja sebagai seorang hairstylist. Tak lama Rizvan jatuh cinta dan menikah dengannya, walaupun Mandira berbeda agama dengannya (beragama hindu). Kehidupan Rizvan, Mandira, dan Sameer (anak Mandira) berjalan lancar sampai terjadinya peristiwa 9/11. Seketika pandangan orang- orang mulai berubah terhadap kaum muslim di Amerika, tak terkecuali pada Rizvan dan keluarganya. Puncaknya adalah ketika Sameer meninggal, Mandira shock dan menyalahkan kematian Sameer pada Rizvan. Dan selanjutnya nonton aja ya guys….
Ada adegan menggelitik ketika dalam perjalanannya untuk bertemu dengan presiden amerika, ada suatu acara amal untuk mengumpulkan dana bagi korban banjir di Afrika, Rizvan ingin mengikuti acara tersebut, dia telah mengumpulkan $500 untuk tiket undangannya, tapi ternyata yang diperbolehkan masuk hanya umat kritiani saja, bukannya kecewa karena tidak dapat mengikuti acara tersebut tapi Rizvan malah memberikan $500 itu, kurang lebih dia bilang “ini untuk membantu orang- orang Afrika yang bukan umat Kristiani”. Film ini berdurasi kurang lebih dua setengah jam.
Intinya film ini mencoba mengangkat kisah tentang seorang muslim yang berjuang demi menyatakan bahwa agama islam bukan lah terorist, karena di dunia international sekarang ini setelah banyak kejadian yang mengatasnamakan agama Islam tersebut selalu saja di cap sebagai terorist alias berbahaya. Film ini seakan membantah semua tuduhan kepada agama Islam dan menjelaskan kepada seluruh dunia bahwa kekerasan yang timbul dari para teroris tersebut bukan lah bagian dari ajaran ISLAM yang sebenarnya. So, selamat menonton yaa…^__^





Belum ada trackback.