Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga

@ 23.15 p.m in my room..

Berawal ketika perbincangan itu dimulai, seorang teman yang sama-sama wanita dengan entengnya bertanyaa..”Eeh,loe lg ngapainn nie??udah masak,nyuci,ngepel ma nyapu2 belommm…??? hahahahaha….”(sambil tertawa lebar dengan nada yang mengejek). Entah kenapa, hati terasa tersinggung skali waktu itu…Aku pun dengan nada berusaha biasa menjawab pelan..”Yaa,udaah dunk..udah beres smuaa..” Selang beberapa menit setelah perbincangan itu selesai, aku masih terus berpikir..knapa aku harus tersinggung??? dan coba menenangkan diri “Heei…Diaz,dia hanya sedang ingin bercanda denganmuu..tak usahlah kau ambil pikir…”

Hhhmmm,tapi tetap saja hati ini tidak bisa dibohongi (ciiyee,melow bgt sie…)..perasaan kesal itu ada, dalam hati aku pun seperti ingin mengajukan protes,  ‘Heeii…enak banget ya ngomong..gak mudah tauu jadi ibu rumah tangga, lagian itu kan pekerjaan muliaa..ntar kalau kamu udah ngrasain baru deeh,bisa ralat itu statement….’ Tapi,untung itu hanya dalam hati saja, yaa..Tuhan,terimakasih aku masih bisa mengendalikan emosi ini…

Status FB ku pun saat itu membahas tentang hal ini, tentang hal mengapa masih saja ada yang meremehkan ibu rumah tangga ??..banyak komen dan support yang saling mendukung, tentunya sesama kaum wanita..yang memang sudah mempunyai kodrat itu dari Tuhan..thanks temaan,ternyata masih banyak juga wanita yang masih sadar dan sangat mengerti akan kodratnya. Ketika masih disibukkan dengan reply komen, tiba-tiba ada notifications dari seorang teman pria..yang memberiku tag ke notes dia…

Kubaca judulnyaa…”Bangga Menjadi Ibu Rumah Tangga “…(waaoo,note ini pas banget dengan situasi…). Kubaca lah note itu dengan semangat dan seksama..

*cuplikan tulisan itu…*

*********

dapet artikel dr millis… bagus buat informasi calon ibu nih dan yg sdh mempunyai momongan… silakan di share ke temen2 yang lain yaa..

Penulis: Ummu Ayyub
Muroja’ah: Ust Abu Ahmad

Hebat rasanya ketika mendengar ada seorang wanita lulusan sebuah universitas ternama telah bekerja di sebuah perusahaan bonafit dengan gaji jutaan rupiah per bulan. Belum lagi perusahaan sering menugaskan wanita tersebut terbang ke luar negri untuk menyelesaikan urusan perusahaan. Tergambar seolah kesuksesan telah dia raih. Benar seperti itukah?

Kebanyakan orang akan beranggapan demikian. Sesuatu dikatakan sukses lebih dinilai dari segi materi sehingga jika ada sesuatu yang tidak memberi nilai materi akan dianggap remeh. Cara pandang yang demikian membuat banyak dari wanita muslimah bergeser dari fitrohnya. Berpandangan bahwa sekarang sudah saatnya wanita tidak hanya tinggal di rumah menjadi ibu, tapi sekarang saatnya wanita `menunjukkan eksistensi diri’ di luar. Menggambarkan seolah-olah tinggal di rumah menjadi seorang ibu adalah hal yang rendah.

Kita bisa dapati ketika seorang ibu rumah tangga ditanya teman lama “Sekarang kerja dimana?” rasanya terasa berat untuk menjawab, berusaha mengalihkan pembicaraan atau menjawab dengan suara lirih sambil tertunduk “Saya adalah ibu rumah tangga”. Rasanya malu! Apalagi jika teman lama yang menanyakan itu “sukses” berkarir di sebuah perusahaan besar. Atau kita bisa dapati ketika ada seorang muslimah lulusan universitas ternama dengan prestasi bagus atau bahkan berpredikat cumlaude hendak berkhidmat di rumah menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anak, dia harus berhadapan dengan “nasehat” dari bapak tercintanya: “Putriku! Kamu kan sudah sarjana, cumlaude lagi! Sayang kalau cuma di rumah saja ngurus suami dan anak.” Padahal, putri tercintanya hendak berkhidmat dengan sesuatu yang mulia, yaitu sesuatu yang memang menjadi tanggung jawabnya. Disana ia ingin mencari surga.

Ibu Sebagai Seorang Pendidik

Syaikh Muhammad bin Shalih al `Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa perbaikan masyarakat bisa dilakukan dengan dua cara: Pertama, perbaikan secara lahiriah, yaitu perbaikan yang berlangsung di pasar, masjid, dan berbagai urusan lahiriah lainnya. Hal ini banyak didominasi kaum lelaki, karena merekalah yang sering nampak dan keluar rumah. Kedua, perbaikan masyarakat di balik layar, yaitu perbaikan yang dilakukan di dalam rumah. Sebagian besar peran ini diserahkan pada kaum wanita sebab wanita merupakan pengurus rumah. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah subhanahu wa ta’ala yang artinya:

“Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa kalian, hai Ahlul Bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Pertumbuhan generasi suatu bangsa adalah pertama kali berada di buaian para ibu. Ini berarti seorang ibu telah mengambil jatah yang besar dalam pembentukan pribadi sebuah generasi. Ini adalah tugas yang besar! Mengajari mereka kalimat Laa Ilaaha Illallah, menancapkan tauhid ke dada-dada mereka, menanamkan kecintaan pada Al Quran dan As Sunah sebagai pedoman hidup, kecintaan pada ilmu, kecintaan pada Al Haq, mengajari mereka bagaimana beribadah pada Allah yang telah menciptakan mereka, mengajari mereka akhlak-akhlak mulia, mengajari mereka bagaimana menjadi pemberani tapi tidak sombong, mengajari mereka untuk bersyukur, mengajari bersabar, mengajari mereka arti disiplin, tanggung jawab, mengajari mereka rasa empati, menghargai orang lain, memaafkan, dan masih banyak lagi. Termasuk di dalamnya hal yang menurut banyak orang dianggap sebagai sesuatu yang kecil dan remeh, seperti mengajarkan pada anak adab ke kamar mandi. Bukan hanya sekedar supaya anak tau bahwa masuk kamar mandi itu dengan kaki kiri, tapi bagaimana supaya hal semacam itu bisa menjadi kebiasaan yang lekat padanya. Butuh ketelatenan dan kesabaran untuk membiasakannya.Menjadi ibu rumah tangga memang sangat hebat….:-)

**********

Dan ternyata, tulisan itu memang memberiku pelajaran jiwa yang cukup banyak..dan berhasil mematahkan emosi yang memuncak kala itu. Thanks teman untuk artikel yang sangat bermanfaat ini. Aku pun ingin berbagi dengan para ibu dan calon ibu ataupun para wanita bahwa kita memang sekarang bisa mempunyai hak untuk berkarir, bekerja di luar rumah namun ada hal yang kodrati yang takkan bisa dihilangkan sampai kapanpun..yaa,peran kita sebagai ibu rumah tangga. Keberhasilan rumah tangga juga ada di tangan ibu, selain di tangan ayah sebagai suami. Saat kita bisa berperan dengan sangat baik, itulah sebenarnya keberhasilan hakiki seorang wanita dalam kehidupannya…>

>>>>>>>>

  1. hallo yas iya bangga dong jadi ibu rumah tangga, makanya cepat cepat punya momongan jadi lengkap deh jadi ibu rumah tangga sejati siap membesarkan anak yang hebat :)

    • Aaamiieenn…lg proses skrg..hehehe,doain aja ya moga2 cpt jadi.amiieen..pgn pny baby kembar,lucu kynya ya…^__^

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.